• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami
Rabu, September 16, 2026
Kreta News
Advertisement
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
No Result
View All Result
Kreta News
No Result
View All Result
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Beranda » Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM Usai Dikunjungi Gibran

Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM Usai Dikunjungi Gibran

by Redaksi Kreta News
September 12, 2026
in Kesehatan, Nasional
0
0
Ilustrasi rujukan dua siswi korban dugaan keracunan MBG Karo ke Jakarta

Dua siswi yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG di Kabupaten Karo dirujuk ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ilustrasi: Kreta News/AI

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

KRETA NEWS, JAKARTA – Dua siswi yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Keduanya adalah Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba. Mereka diberangkatkan ke Jakarta pada Sabtu, 12 September 2026, setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi pasien di Berastagi sehari sebelumnya.

Gibran sebelumnya mendatangi Rumah Sakit Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi untuk melihat kondisi sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan setelah insiden dugaan keracunan MBG pada 13 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran membawa seorang dokter dan memintanya tinggal sementara di Kabupaten Karo. Dokter tersebut ditugaskan berkoordinasi dengan rumah sakit serta mengidentifikasi pasien yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Dua Pasien Diberangkatkan ke Jakarta

Pada awalnya, pemerintah menyampaikan rujukan ke Jakarta sebagai pilihan bagi pasien yang membutuhkan fasilitas medis lebih lengkap.

Keluarga Agnesia kemudian memilih agar putrinya menjalani pemeriksaan lanjutan di Jakarta. Proses serupa juga dipersiapkan untuk Febiona yang sebelumnya dirawat di RSU Amanda Berastagi.

Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menjelaskan bahwa fasilitas dan tenaga medis di Sumatra Utara dinilai mampu memberikan penanganan. Namun, kedua pasien tetap dibawa ke Jakarta agar perkembangan kesehatannya dapat dipantau lebih lanjut.

Menurut Bobby, penanganan terhadap keduanya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Pendampingan terhadap kesehatan mental dan psikologis juga diperlukan karena pasien menjadi perhatian luas di media sosial.

Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak melakukan perundungan maupun membuat kesimpulan sendiri mengenai kondisi kedua siswi tersebut.

Keluhan Kesehatan Belum Bisa Disimpulkan Penyebabnya

Agnesia dilaporkan masih mengalami sejumlah keluhan setelah sebelumnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Keluarganya menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi ginjalnya.

Sementara itu, Febiona disebut mengalami penurunan kesehatan dan dugaan gangguan ingatan setelah insiden tersebut.

Namun, informasi mengenai gangguan ginjal dan ingatan masih berupa keluhan serta keterangan keluarga yang memerlukan pemeriksaan medis lebih menyeluruh.

Belum ada kesimpulan dokter yang dipublikasikan mengenai diagnosis akhir kedua pasien ataupun hubungan langsung antara seluruh keluhan tersebut dengan makanan yang dikonsumsi pada 13 Agustus.

Guru Besar Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–RSCM, Prof. Damayanti Rusli Syarif, menjelaskan bahwa gangguan ingatan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat keracunan makanan.

Pemeriksaan langsung diperlukan untuk melihat kemungkinan penyakit penyerta, kondisi dasar pasien, jenis mikroorganisme, serta waktu munculnya setiap gejala.

Rujukan ke RSCM diharapkan memberikan akses terhadap pemeriksaan multidisiplin untuk mengetahui kondisi pasien secara lebih lengkap.

Sebanyak 361 Siswa Mengalami Gangguan Kesehatan

Insiden bermula pada 13 Agustus 2026 setelah siswa dari sejumlah sekolah di kawasan Berastagi mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui program MBG.

Data yang dipublikasikan setelah kejadian mencatat sebanyak 361 siswa mengalami gangguan kesehatan. Jumlah tersebut berkembang dari laporan awal karena sebagian siswa baru merasakan gejala setelah pulang dari sekolah.

Keluhan yang dilaporkan antara lain sakit perut, mual, muntah, diare, gatal, pusing, dan penurunan kondisi fisik.

Sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang. Namun, beberapa siswa kembali mendapatkan perawatan karena keluhannya muncul kembali atau belum sepenuhnya mereda.

Agnesia disebut telah menjalani perawatan di rumah sakit beberapa kali dalam waktu sekitar satu bulan setelah kejadian.

Bakteri Ditemukan pada Tiga Sampel Makanan

Dinas Kesehatan Kabupaten Karo telah mengumumkan hasil pemeriksaan kimia dan mikrobiologi terhadap sampel makanan.

Hasil pengujian kimia dilaporkan tidak menemukan parameter yang dinyatakan positif. Namun, pemeriksaan mikrobiologi menemukan bakteri pada tiga sampel makanan.

Bakteri Bacillus cereus ditemukan pada sampel nasi. Sampel ikan bersaus dinyatakan mengandung Staphylococcus aureus, sedangkan bakteri Escherichia coli atau E. coli ditemukan pada sampel melon.

Sampel muntahan salah satu pasien juga dinyatakan mengandung Staphylococcus aureus.

Temuan bakteri tersebut menunjukkan adanya persoalan keamanan pangan pada sampel yang diperiksa. Akan tetapi, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk menentukan sumber kontaminasi dan hubungan setiap temuan dengan gejala yang dialami masing-masing pasien.

Hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan juga perlu dibedakan dengan pemeriksaan laboratorium forensik yang digunakan dalam proses penyidikan kepolisian.

Gibran Minta Maaf kepada Keluarga

Saat menemui pasien dan keluarga, Gibran menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah. Ia menyatakan keluhan serta masukan dari keluarga akan disampaikan untuk mendapatkan tindak lanjut.

Pemerintah, menurut Gibran, terus mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Orang tua juga diminta tidak memaksakan anak kembali bersekolah sebelum kondisinya benar-benar pulih. Untuk sementara, keluarga dapat menyiapkan bekal sendiri apabila masih khawatir anak mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Kunjungan itu turut didampingi Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting.

Kasus Masuk Tahap Penyidikan

Di luar proses penanganan medis, Polres Tanah Karo telah meningkatkan penanganan kasus dugaan keracunan tersebut ke tahap penyidikan.

Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah siswa, guru, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan ahli gizi. Pemeriksaan terhadap dapur serta sampel makanan juga dilakukan.

Penyidik masih menunggu dan melengkapi hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Gelar perkara khusus juga direncanakan untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Hingga informasi terakhir dipublikasikan, polisi belum mengumumkan tersangka. Karena itu, tanggung jawab pidana pihak tertentu belum dapat disimpulkan.

Sekitar 60 orang tua siswa sebelumnya menyampaikan laporan kepada kepolisian. Laporan tersebut meminta penyelidikan terhadap dugaan kelalaian serta pertanggungjawaban atas gangguan kesehatan yang dialami anak-anak mereka.

Rujukan kedua pasien ke Jakarta berjalan bersamaan dengan proses penyidikan tersebut. Penanganan medis bertujuan mengetahui dan memulihkan kondisi pasien, sedangkan penyidikan kepolisian berfokus pada pencarian penyebab serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum.

Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden; Dinas Kesehatan Kabupaten Karo; Pemerintah Provinsi Sumatra Utara; dan keterangan Polres Tanah Karo.

Tags: Gibran Rakabuming RakaKabupaten KaroKeamanan PanganKeracunan MBGMakan Bergizi GratisMBG KaroRSCM
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News
Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News menyajikan informasi terkini dan relevan seputar Batam, Kepulauan Riau, serta berbagai perkembangan nasional. Artikel yang diterbitkan melalui akun ini disusun dan ditinjau oleh tim redaksi Kreta News.

Related Posts

No Content Available
Next Post
KM Virgo Transport 8 yang melayani pelayaran Surabaya menuju Banjarmasin

Update KM Virgo Transport 8: 97 Selamat, 6 Meninggal, 140 Orang Masih Dicari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi pesawat Batik Air dalam penerbangan langsung Penang–Batam

Batik Air Buka Penerbangan Langsung Penang–Batam Mulai 18 Oktober 2026

1 hari ago
Konferensi pers penetapan tiga tersangka kericuhan Setokok di Polresta Barelang

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kericuhan Maut Setokok, Dua Perkara Diusut Terpisah

1 hari ago

Popular News

  • Ilustrasi pesawat Batik Air dalam penerbangan langsung Penang–Batam

    Batik Air Buka Penerbangan Langsung Penang–Batam Mulai 18 Oktober 2026

    Share
    Share Tweet
  • Pasar Murah Digelar di Enam Lokasi Batam Mulai Besok, Ini Jadwal Lengkapnya

    Share
    Share Tweet
  • BP Batam Petakan Tiga Tekanan Air Bersih, SWRO Masuk Strategi Jangka Panjang

    Share
    Share Tweet
  • Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini 25 Produk yang Diduga Tak Sesuai Standar

    Share
    Share Tweet
  • Hilton Masuk Batam, Hotel Pertamanya Ditargetkan Buka pada 2028 dengan 199 Kamar

    Share
    Share Tweet

Connect with us

Berlangganan Berita

Dapatkan berita terbaru seputar Batam dan Kepulauan Riau langsung melalui email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi Kreta News.

Kategori

  • Batam
  • Bintan
  • Bisnis & Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Investasi
  • Karimun
  • Kepri
  • Kesehatan
  • Lingkungan & Bencana
  • Maritim
  • Nasional
  • Natuna
  • Pariwisata & Kuliner
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Tanjungpinang
  • Teknologi
  • UMKM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Penggunaan
  • Disclaimer

Tentang Kami

Kreta News adalah portal berita lokal yang menghadirkan informasi terkini dan relevan dari Batam serta seluruh wilayah Kepulauan Riau.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.