KRETA NEWS, BATAM – Angin puting beliung menerjang kawasan Lapangan Bola Legenda Malaka, Batam Center, Kota Batam, pada Kamis, 10 September 2026, sekitar tengah hari.
Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan menyebabkan sejumlah tenda bazar di lapangan tersebut roboh dan beterbangan. Rekaman peristiwa itu kemudian beredar di sejumlah akun media sosial lokal.
Dalam rekaman yang beredar, angin terlihat berputar dengan cepat di sekitar lapangan. Terpaan angin mengangkat bagian atap dan rangka tenda yang sebelumnya telah terpasang di kawasan tersebut.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi tampak berusaha menjauh dan mencari tempat yang lebih aman. Kondisi lapangan kemudian dipenuhi tenda serta perlengkapan acara yang roboh dan berserakan.
BMKG Catat Bangunan Rusak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat kejadian puting beliung di Kota Batam pada 10 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.
Dalam Portal Informasi Kejadian Cuaca Ekstrem, BMKG mencantumkan dampak kejadian berupa bangunan rusak. Namun, portal tersebut belum memuat perincian jumlah bangunan yang terdampak maupun nilai kerugiannya.
Laporan dari media lokal menyebutkan kerusakan di Lapangan Legenda Malaka terutama terjadi pada tenda bazar UMKM yang sedang dipersiapkan untuk sebuah kegiatan.
Belum terdapat keterangan resmi mengenai jumlah keseluruhan tenda yang rusak. Informasi mengenai adanya korban jiwa atau korban luka juga belum diumumkan oleh instansi berwenang hingga berita ini disusun.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi mengenai jumlah korban atau kerusakan apabila belum memperoleh konfirmasi resmi.
Cuaca Berubah dalam Waktu Singkat
Berdasarkan laporan dari lokasi, kondisi cuaca di kawasan Legenda Malaka berubah dalam waktu relatif singkat. Gerimis kemudian berkembang menjadi hujan yang disertai terpaan angin kencang.
Puting beliung merupakan fenomena angin berputar dengan kecepatan tinggi yang biasanya terjadi dalam waktu singkat dan memiliki cakupan wilayah terbatas.
Fenomena tersebut umumnya berkaitan dengan pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus. Namun, penyebab khusus kejadian di Batam tetap memerlukan penjelasan lebih lanjut dari BMKG berdasarkan pengamatan cuaca di sekitar lokasi.
Kerusakan dapat terjadi ketika pusaran angin menerjang bangunan semi permanen, atap, papan reklame, pepohonan, dan benda lain yang tidak terpasang kuat.
Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika melihat perubahan cuaca yang berlangsung cepat, seperti langit menjadi gelap, muncul angin kencang, terdengar petir, atau terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Ketika angin kencang terjadi, warga sebaiknya segera masuk ke bangunan yang kokoh dan menjauh dari pohon, tiang listrik, papan reklame, tenda, serta bangunan semi permanen.
Pengendara juga disarankan menepi di tempat yang aman apabila jarak pandang berkurang atau terdapat benda yang berpotensi jatuh dan beterbangan di jalan.
Masyarakat dapat mengikuti informasi dan peringatan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta melaporkan kerusakan atau kondisi darurat kepada instansi terkait.
Sumber: Portal Informasi Kejadian Cuaca Ekstrem BMKG, Koran Batam, MataKepri, Batam Pos, dan unggahan media sosial terkait kejadian di Lapangan Legenda Malaka, 10 September 2026.









