KRETA NEWS, BATAM – Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di titik pemantauan Batam mencapai 120,3 mikrogram per meter kubik atau µg/m³ pada Senin, 14 September 2026, pukul 18.00 WIB. BMKG menempatkan pembacaan tersebut dalam kategori tidak sehat.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan pembacaan pukul 15.00 WIB sebesar 86,3 µg/m³ dan pukul 17.00 WIB sebesar 106,8 µg/m³. Namun, konsentrasi tidak meningkat terus-menerus karena sempat turun menjadi 80,2 µg/m³ pada pukul 16.00 WIB.
Berikut pergerakan PM2.5 Batam berdasarkan riwayat pemantauan BMKG:
| Waktu, 14 September 2026 | Konsentrasi PM2.5 |
|---|---|
| 15.00 WIB | 86,3 µg/m³ |
| 16.00 WIB | 80,2 µg/m³ |
| 17.00 WIB | 106,8 µg/m³ |
| 18.00 WIB | 120,3 µg/m³ |
Pembacaan pukul 18.00 WIB lebih tinggi 34 µg/m³ dibandingkan pukul 15.00 WIB, atau meningkat sekitar 39,4 persen.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil, dengan diameter paling besar 2,5 mikrometer. Pada tampilan kategori BMKG, konsentrasi 55,5–150,4 µg/m³ masuk kategori tidak sehat. Dengan demikian, keempat pembacaan tersebut masih berada dalam kategori yang sama. Sumber: BMKG
Singapura Juga Mencatat Udara Tidak Sehat di Sejumlah Wilayah
Di Singapura, data resmi National Environment Agency atau NEA menunjukkan PSI 24 jam berada pada rentang 92–130 pada pukul 21.00 waktu setempat, setara pukul 20.00 WIB.
Wilayah tengah mencatat indeks tertinggi sebesar 130, disusul timur 115, barat 111, selatan 100, dan utara 92. Artinya, kondisi antarwilayah berbeda, dengan sebagian berada dalam kategori sedang dan sebagian tidak sehat. Sumber: data resmi NEA
Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2.5 satu jam di Singapura berkisar 65–132 µg/m³. Pembacaan tertinggi juga berada di wilayah tengah. Sumber: pemantauan PM2.5 NEA
PSI merupakan angka indeks, sedangkan µg/m³ menunjukkan konsentrasi partikel di udara. Karena itu, angka PSI Singapura tidak dapat dibandingkan langsung dengan angka konsentrasi PM2.5 Batam untuk menentukan wilayah mana yang lebih tercemar.
NEA Laporkan Pergerakan Asap Regional
Dalam pembaruan 14 September, NEA menyebut perubahan arah angin membawa asap kebakaran dari Kalimantan menuju Singapura. Sebagian asap juga teramati bergerak dari Sumatra bagian selatan.
NEA memperkirakan Singapura masih berpotensi terdampak asap seiring kondisi kering dan angin dari tenggara hingga timur-tenggara. Informasi tersebut menjelaskan situasi Singapura; penyebab kenaikan PM2.5 di Batam belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan itu. Sumber: pembaruan resmi NEA
Perhatikan Aktivitas di Luar Ruangan
Panduan NEA menyarankan pengurangan aktivitas fisik berat atau berkepanjangan di luar ruangan ketika PSI berada dalam kategori tidak sehat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung atau paru perlu lebih berhati-hati.
Untuk keputusan aktivitas dalam waktu dekat, NEA menggunakan pembacaan PM2.5 satu jam, sedangkan prakiraan PSI 24 jam digunakan untuk merencanakan kegiatan berikutnya. Masyarakat yang merasa tidak sehat dianjurkan mencari pertolongan medis. Sumber: panduan kesehatan NEA
Pembaruan data: Batam pukul 18.00 WIB; Singapura pukul 21.00 SGT atau 20.00 WIB, Senin, 14 September 2026.









