• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami
Selasa, September 15, 2026
Kreta News
Advertisement
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
No Result
View All Result
Kreta News
No Result
View All Result
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Beranda » NTP Kepri Naik ke 111,24, Tanaman Pangan dan Peternakan Masih di Bawah 100

NTP Kepri Naik ke 111,24, Tanaman Pangan dan Peternakan Masih di Bawah 100

by Redaksi Kreta News
September 11, 2026
in Bisnis & Ekonomi, Kepri
0
0
Infografis Nilai Tukar Petani Kepulauan Riau Agustus 2026

Nilai Tukar Petani Kepulauan Riau naik 0,88 persen menjadi 111,24 pada Agustus 2026. Grafis: Kreta News

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

KRETA NEWS, TANJUNGPINANG – Nilai Tukar Petani Provinsi Kepulauan Riau naik sebesar 0,88 persen pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik mencatat NTP Kepri meningkat dari 110,27 pada Juli menjadi 111,24.

Kenaikan terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang harus dibayar petani.

Indeks Harga yang Diterima Petani atau It naik 1,20 persen, dari 132,27 menjadi 133,85. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani atau Ib naik lebih rendah sebesar 0,32 persen, dari 119,95 menjadi 120,33.

Data tersebut tercantum dalam Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kepulauan Riau yang dirilis pada 1 September 2026.

Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Mengukur Daya Tukar Produk Pertanian

NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani. Indikator ini digunakan untuk melihat perubahan kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

Indeks harga yang diterima menggambarkan perkembangan harga berbagai komoditas yang dihasilkan petani. Adapun indeks harga yang dibayar mencakup perkembangan harga kebutuhan rumah tangga serta biaya yang diperlukan untuk kegiatan produksi pertanian.

NTP di atas 100 menunjukkan bahwa secara indeks, harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayar jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun dasar 2018.

Namun, NTP 111,24 tidak berarti setiap petani memperoleh keuntungan sebesar 11,24 persen. Angka tersebut juga tidak menggambarkan nilai pendapatan, jumlah produksi, luas lahan, ataupun keuntungan setiap rumah tangga pertanian.

Karena itu, NTP perlu dibaca sebagai indikator daya tukar secara agregat, bukan sebagai ukuran tunggal kesejahteraan seluruh petani.

Hortikultura Catat Kenaikan Tertinggi

Dari lima subsektor pembentuk NTP Kepri, empat subsektor mengalami kenaikan pada Agustus 2026.

Hortikultura mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,21 persen, dari 104,47 menjadi 106,77. Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani hortikultura meningkat 2,43 persen, lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar sebesar 0,22 persen.

BPS mencatat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain cabai hijau sebesar 12,49 persen, cabai merah 11,75 persen, cabai rawit 9,88 persen, labu air 9,49 persen, dan nanas 9,03 persen.

NTP subsektor perikanan juga meningkat 0,92 persen, dari 106,46 menjadi 107,43. Kenaikan terutama terlihat pada kelompok perikanan tangkap yang tumbuh 0,94 persen menjadi 108,59.

Harga yang diterima nelayan tangkap meningkat pada sejumlah komoditas, seperti udang umum, ikan selar, ikan tamban, ikan selangat, ikan tenggiri, ikan tongkol, dan udang laut.

Sementara itu, NTP tanaman perkebunan rakyat naik 0,26 persen menjadi 127,80. Subsektor ini mencatat NTP tertinggi di Kepri, didukung antara lain oleh kenaikan harga karet dan cengkeh.

NTP peternakan meningkat 0,24 persen, dari 97,84 menjadi 98,07.

Dua Subsektor Masih Berada di Bawah 100

Meskipun NTP Kepri secara keseluruhan mencapai 111,24, dua subsektor masih mencatat indeks di bawah 100.

NTP tanaman pangan turun 0,18 persen, dari 92,87 menjadi 92,70. Kondisi tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani hanya naik 0,03 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar meningkat 0,22 persen.

BPS mencatat penurunan harga komoditas ketela pohon menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan subsektor tanaman pangan.

NTP peternakan juga masih berada di bawah 100 meskipun meningkat menjadi 98,07. Harga yang diterima peternak naik 0,48 persen, antara lain dipengaruhi kenaikan harga ayam ras pedaging, telur ayam ras, dan ayam kampung.

Pada kelompok yang lebih terperinci, NTP perikanan budidaya tercatat sebesar 86,27. Angka tersebut menjadi yang paling rendah di antara kelompok usaha pertanian yang disajikan dalam laporan BPS Kepri.

NTP di bawah 100 menunjukkan bahwa secara relatif, indeks harga yang diterima pada subsektor tersebut masih lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar berdasarkan tahun dasar yang digunakan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kenaikan NTP gabungan belum menggambarkan kondisi yang sama pada seluruh kelompok petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan di Kepulauan Riau.

Biaya Produksi Pertanian Ikut Meningkat

BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP Kepri naik 0,72 persen, dari 112,54 pada Juli menjadi 113,34 pada Agustus 2026.

NTUP membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal. Berbeda dari NTP, indikator ini tidak memasukkan pengeluaran konsumsi rumah tangga petani.

Kenaikan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh 1,20 persen, lebih tinggi daripada kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,48 persen.

Namun, NTUP tanaman pangan masih berada pada level 92,53. NTUP perikanan budidaya juga tercatat rendah sebesar 87,76.

Sebaliknya, NTUP tanaman perkebunan rakyat menjadi yang tertinggi dengan indeks 128,59. Hortikultura mencatat NTUP sebesar 109,56, peternakan 101,43, dan perikanan 110,05.

Kenaikan Belum Menghapus Perbedaan Antar-Subsektor

Secara nasional, NTP Agustus 2026 tercatat sebesar 129,19 atau naik 1,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 38 provinsi yang dihitung, sebanyak 33 provinsi mengalami kenaikan dan lima provinsi mengalami penurunan.

NTP Kepri sebesar 111,24 masih berada di bawah angka nasional. Kenaikan bulanannya sebesar 0,88 persen juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan NTP nasional.

Kondisi setiap daerah tidak dapat dinilai hanya dari satu angka karena struktur komoditas, biaya produksi, pola konsumsi, akses pasar, serta jalur distribusinya berbeda.

Bagi Kepulauan Riau, perbedaan kondisi antarpulau dan tingginya ketergantungan terhadap distribusi menjadi bagian penting dalam membaca perkembangan biaya yang ditanggung pelaku usaha pertanian.

Kenaikan NTP gabungan merupakan perkembangan positif. Namun, NTP tanaman pangan, peternakan, dan perikanan budidaya menunjukkan masih adanya kelompok yang menghadapi tekanan daya tukar.

Data per subsektor diperlukan agar kebijakan pertanian tidak hanya didasarkan pada angka rata-rata, tetapi juga diarahkan kepada kelompok yang memiliki indeks paling rendah.

Sumber: Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kepulauan Riau Nomor 55/09/21/Th. XXI, 1 September 2026.

Tags: BPS KepriHortikultura KepriNilai Tukar PetaniNTP KepriPerikanan KepriPertanian KepriPetani Kepri
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News
Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News menyajikan informasi terkini dan relevan seputar Batam, Kepulauan Riau, serta berbagai perkembangan nasional. Artikel yang diterbitkan melalui akun ini disusun dan ditinjau oleh tim redaksi Kreta News.

Related Posts

Infografik inflasi Kepri Agustus 2026 sebesar 3,87 persen

Inflasi Tahunan Kepri Capai 3,87 Persen, Tanjungpinang Tertinggi

by Redaksi Kreta News
September 9, 2026
0

Inflasi tahunan Kepulauan Riau tercatat 3,87 persen pada Agustus 2026. Tanjungpinang mengalami inflasi tertinggi sebesar 4,19 persen.

Next Post
IIBN Next Gen Festival 2026 di Atrium BCS Mall Batam

IIBN Next Gen Festival 2026 Jadi Ruang Pengembangan Talenta Muda Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

iPhone Duo ponsel lipat pertama Apple resmi diperkenalkan

iPhone Duo Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Pertama Apple Jadi Tren Pencarian

6 hari ago
Konferensi pers penetapan tiga tersangka kericuhan Setokok di Polresta Barelang

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kericuhan Maut Setokok, Dua Perkara Diusut Terpisah

3 jam ago

Popular News

  • Informasi perbaikan pipa 800 milimeter di Simpang Panbil Muka Kuning Batam

    Perbaikan Pipa 800 Milimeter di Simpang Panbil Malam Ini, 21 Kawasan Berpotensi Terganggu

    Share
    Share Tweet
  • Pasar Murah Digelar di Enam Lokasi Batam Mulai Besok, Ini Jadwal Lengkapnya

    Share
    Share Tweet
  • Tinggi Muka Air Tujuh Waduk Batam Turun dalam Sepekan, Sei Harapan Susut 26 Sentimeter

    Share
    Share Tweet
  • BP Batam Petakan Tiga Tekanan Air Bersih, SWRO Masuk Strategi Jangka Panjang

    Share
    Share Tweet
  • Polisi Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kericuhan Maut Setokok, Dua Perkara Diusut Terpisah

    Share
    Share Tweet

Connect with us

Berlangganan Berita

Dapatkan berita terbaru seputar Batam dan Kepulauan Riau langsung melalui email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi Kreta News.

Kategori

  • Batam
  • Bintan
  • Bisnis & Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Investasi
  • Karimun
  • Kepri
  • Kesehatan
  • Lingkungan & Bencana
  • Maritim
  • Nasional
  • Natuna
  • Pariwisata & Kuliner
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Tanjungpinang
  • Teknologi
  • UMKM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Penggunaan
  • Disclaimer

Tentang Kami

Kreta News adalah portal berita lokal yang menghadirkan informasi terkini dan relevan dari Batam serta seluruh wilayah Kepulauan Riau.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.