KRETA NEWS, NATUNA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Pemerintah Kabupaten Natuna mulai membagikan masker kepada masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Wakil Bupati Natuna Jarmin mengatakan kebakaran di Kecamatan Bunguran Batubi telah berlangsung setidaknya selama sepekan.
Meskipun api mulai dapat dikendalikan, asap masih muncul dari sejumlah lahan bekas kebakaran. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian area yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga api di bawah permukaan tanah diduga belum sepenuhnya padam.
Masker Dibagikan kepada Masyarakat
Pembagian masker salah satunya dilakukan di Desa Batubi Jaya bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat.
Sebanyak 186 orang tercatat sebagai penerima bantuan pangan dalam kegiatan tersebut. Masker tidak hanya diberikan kepada penerima bantuan, tetapi juga dibagikan kepada anak-anak serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Pemerintah daerah turut menyalurkan masker melalui puskesmas di wilayah lain yang terdampak kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengimbau anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi.
Masyarakat juga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau sakit tenggorokan.
Asap Masih Muncul dari Lahan Gambut
Pemerintah Kabupaten Natuna bersama TNI, Polri, instansi terkait, dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan kebakaran.
Api di sejumlah lokasi disebut mulai dapat dikendalikan. Namun, bekas kebakaran masih mengeluarkan asap karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan tanah.
Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran lahan gambut lebih sulit. Permukaan lahan dapat terlihat tidak lagi terbakar, sementara bara masih tersimpan pada lapisan tanah dan kembali menghasilkan asap.
Petugas perlu melakukan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali menyebar.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar. Berdasarkan dugaan awal pemerintah setempat, kebakaran yang terjadi di Bunguran Batubi dipicu oleh aktivitas manusia.
Namun, penyebab setiap titik kebakaran tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh petugas berwenang.
Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Paparan kabut asap dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pada mata, tenggorokan, dan saluran pernapasan.
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu memperoleh perhatian khusus karena sistem pernapasan mereka masih berkembang. Lansia serta warga dengan riwayat asma, penyakit paru-paru, atau penyakit jantung juga lebih rentan mengalami gangguan ketika terpapar asap.
Selama kabut asap masih terjadi, masyarakat disarankan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah. Warga juga dapat mengurangi masuknya asap dengan menutup pintu dan jendela ketika kondisi udara memburuk serta menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Warga yang memiliki penyakit tertentu perlu memastikan obat-obatan rutinnya tetap tersedia. Jika mengalami sesak napas atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.
Penanganan Karhutla Masih Berlangsung
Cuaca kering, tiupan angin, keterbatasan sumber air, dan lokasi titik kebakaran dapat memengaruhi proses pemadaman.
Pemantauan tetap diperlukan meskipun api di permukaan telah berkurang. Petugas perlu memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada petugas apabila melihat asap atau titik api baru. Warga tidak disarankan mendekati maupun memadamkan kebakaran besar tanpa perlengkapan memadai karena dapat membahayakan keselamatan.
Hingga informasi tersebut disampaikan, pemerintah daerah belum mengumumkan total luas lahan yang terbakar di Kecamatan Bunguran Batubi maupun jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Sumber: ANTARA Kepri berdasarkan keterangan Wakil Bupati Natuna Jarmin dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah, 10 September 2026.










Comments 1