KRETA NEWS, BATAM – Perusahaan pengembang pusat data DayOne berkomitmen membangun instalasi pengolahan air laut menjadi air tawar atau Seawater Reverse Osmosis (SWRO) di Batam dengan nilai sekitar Rp180 miliar.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional pusat data sekaligus mengurangi ketergantungan industri terhadap pasokan air baku yang digunakan masyarakat.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan instalasi SWRO yang dibangun DayOne nantinya akan diserahkan kepada BP Batam.
Apabila kapasitas produksi air melebihi kebutuhan operasional perusahaan, kelebihannya berpotensi dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan.
Namun, kapasitas produksi, lokasi fasilitas, jadwal pembangunan, dan mekanisme penyaluran air kepada masyarakat belum diumumkan secara terperinci.
Mengolah Air Laut Menjadi Air Tawar
SWRO merupakan teknologi yang mengolah air laut menjadi air tawar melalui proses penyaringan menggunakan membran bertekanan tinggi.
Dalam proses tersebut, kandungan garam dan sejumlah zat lain dipisahkan sehingga air dapat dimanfaatkan sesuai dengan standar serta kebutuhan penggunaannya.
Teknologi ini dapat menjadi alternatif sumber air bagi kawasan industri yang berada dekat dengan laut. Batam memiliki kondisi geografis yang mendukung pemanfaatannya karena dikelilingi perairan dan memiliki keterbatasan sumber air baku alami.
Tidak seperti banyak wilayah lain di Indonesia, Batam tidak memiliki sungai besar yang dapat diandalkan sebagai sumber utama air baku. Pasokan air kota selama ini sangat bergantung pada sejumlah waduk tadah hujan.
Pertumbuhan penduduk dan industri membuat kebutuhan air terus meningkat. Kehadiran industri pusat data juga menambah kebutuhan utilitas yang harus diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang.
Pertumbuhan Pusat Data Membutuhkan Dukungan Utilitas
Pusat data menjadi salah satu sektor investasi yang berkembang di Batam. Kedekatan dengan Singapura, ketersediaan kawasan industri, serta konektivitas kabel bawah laut membuat Batam dinilai strategis untuk pengembangan infrastruktur digital.
Namun, operasional pusat data membutuhkan dukungan listrik, konektivitas, lahan, sistem pendinginan, dan pasokan air yang memadai.
Air dapat digunakan dalam sistem pendinginan untuk menjaga suhu perangkat komputasi dan server. Besarnya kebutuhan bergantung pada teknologi serta rancangan yang digunakan oleh masing-masing fasilitas.
Karena itu, pembangunan pusat data perlu disertai pengelolaan sumber daya agar pertumbuhan industri tidak menambah tekanan terhadap pasokan air masyarakat.
Komitmen pembangunan SWRO oleh DayOne menjadi salah satu upaya menyediakan sumber air secara mandiri untuk mendukung kebutuhan operasional tersebut.
Kelebihan Air Berpotensi Dimanfaatkan Masyarakat
Amsakar menyampaikan bahwa apabila instalasi SWRO menghasilkan air melebihi kebutuhan perusahaan, kelebihan kapasitasnya dapat diarahkan untuk membantu masyarakat sekitar.
Potensi tersebut masih memerlukan kajian teknis dan pengaturan lebih lanjut. Air hasil pengolahan harus memenuhi standar kualitas berdasarkan tujuan penggunaannya sebelum dapat disalurkan.
BP Batam juga perlu menyiapkan mekanisme pengelolaan, jaringan distribusi, pembiayaan operasional, serta penentuan wilayah yang dapat menerima manfaat.
Dengan demikian, nilai investasi sekitar Rp180 miliar belum dapat langsung diterjemahkan sebagai tambahan pasokan air untuk masyarakat sebelum kapasitas dan skema distribusinya ditetapkan.
Penyerahan instalasi kepada BP Batam juga membutuhkan kejelasan mengenai waktu serah terima, tanggung jawab pemeliharaan, serta keberlanjutan operasional fasilitas.
Pengembang Pusat Data Lain Mulai Merancang Fasilitas Serupa
Selain DayOne, PT Equator Gate System Batam disebut mulai merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan air laut untuk mendukung operasional pusat datanya.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa penyediaan sumber air mandiri mulai dipertimbangkan dalam pengembangan industri pusat data di Batam.
Jika diterapkan secara konsisten, pembangunan SWRO dapat membantu membatasi penggunaan air baku kota oleh industri yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.
Meski demikian, pengoperasian SWRO juga memiliki tantangan. Proses desalinasi membutuhkan energi dan menghasilkan air dengan kadar garam tinggi atau brine yang harus dikelola dengan tepat agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan laut.
Karena itu, pembangunan fasilitas memerlukan kajian lingkungan, teknologi pengolahan yang sesuai, dan sistem pembuangan hasil proses yang memenuhi ketentuan.
Perlu Transparansi Kapasitas dan Jadwal Pembangunan
Komitmen DayOne membuka peluang pengembangan sumber air alternatif bagi kawasan industri dan masyarakat di Batam. Namun, manfaat konkretnya baru dapat diukur setelah rincian teknis proyek diumumkan.
Informasi mengenai kapasitas produksi air per hari, kebutuhan internal pusat data, waktu pembangunan, serta kemungkinan volume yang dapat disalurkan kepada masyarakat menjadi hal penting untuk diketahui.
Kejelasan tersebut diperlukan agar pembangunan SWRO tidak hanya dipandang sebagai pendukung investasi pusat data, tetapi juga dapat dinilai kontribusinya terhadap ketahanan air Batam.
Sumber: ANTARA Kepri berdasarkan keterangan Kepala BP Batam Amsakar Achmad, 10 September 2026.









