• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami
Jumat, Oktober 30, 2026
Kreta News
Advertisement
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
No Result
View All Result
Kreta News
No Result
View All Result
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Beranda » PBB Dorong Perubahan Peta Dunia, Mengapa Afrika Selama Ini Terlihat Lebih Kecil?

PBB Dorong Perubahan Peta Dunia, Mengapa Afrika Selama Ini Terlihat Lebih Kecil?

by Redaksi Kreta News
11 September 2026
in Internasional
0
0
Perbandingan ukuran Afrika dan Greenland pada peta Mercator dan Equal Earth

Perbandingan proyeksi Mercator dan Equal Earth memperlihatkan perbedaan representasi ukuran Afrika, Greenland, serta wilayah lain di dunia. Ilustrasi: Wikipedia

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

KRETA NEWS, NEW YORK – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendorong penggunaan peta dunia yang menampilkan ukuran wilayah secara lebih proporsional setelah mengadopsi resolusi “Correct the Map” pada Jumat, 4 September 2026.

Resolusi tersebut mendapatkan dukungan dari 164 negara. Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang menolak, sedangkan enam negara memilih abstain.

Perubahan yang dibahas bukan mengenai bentuk bumi, batas negara, atau luas wilayah sebenarnya. PBB menyoroti cara permukaan bumi digambarkan ke dalam peta datar yang selama ini dapat membuat sejumlah kawasan terlihat jauh lebih besar atau lebih kecil.

Salah satu yang paling disorot adalah Afrika. Dalam peta dunia dengan proyeksi Mercator, Afrika kerap terlihat hampir sama luasnya dengan Greenland. Padahal, luas benua Afrika sekitar 14 kali lebih besar daripada Greenland.

Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Mengapa Peta Dunia Bisa Terlihat Tidak Akurat?

Bumi memiliki permukaan melengkung, sedangkan peta dicetak atau ditampilkan dalam bidang datar. Memindahkan bentuk bumi ke permukaan dua dimensi tidak dapat dilakukan tanpa menimbulkan distorsi.

Setiap jenis proyeksi peta mempertahankan unsur tertentu dan mengorbankan unsur lainnya. Ada proyeksi yang lebih baik dalam menunjukkan arah, luas wilayah, jarak, atau bentuk daratan, tetapi tidak ada peta datar yang dapat mempertahankan semuanya secara sempurna.

Proyeksi Mercator dikembangkan oleh kartografer Gerardus Mercator pada 1569 untuk membantu navigasi laut. Proyeksi tersebut membuat jalur dengan arah tetap dapat digambarkan sebagai garis lurus sehingga memudahkan pelaut menentukan rute.

Namun, keunggulan tersebut menimbulkan konsekuensi. Wilayah yang semakin dekat dengan Kutub Utara dan Kutub Selatan akan terlihat semakin besar dibandingkan ukuran sebenarnya.

Akibatnya, Greenland, Kanada, Rusia, Eropa, dan sejumlah wilayah di bagian utara tampak jauh lebih dominan. Sementara itu, Afrika, Amerika Selatan, Asia Selatan, dan kawasan di sekitar khatulistiwa terlihat lebih kecil.

Afrika Jauh Lebih Besar dari yang Terlihat

Perbandingan Afrika dan Greenland menjadi contoh paling mudah untuk melihat distorsi tersebut.

Greenland memiliki luas sekitar 2,16 juta kilometer persegi, sedangkan Afrika membentang lebih dari 30 juta kilometer persegi. Dalam ukuran sebenarnya, Afrika dapat memuat wilayah Amerika Serikat, China, India, Jepang, Meksiko, dan sebagian besar Eropa.

Namun, pada peta Mercator yang umum ditemukan di sekolah, media, serta berbagai platform digital, perbedaan luas tersebut tidak terlihat dengan jelas.

Pendukung kampanye “Correct the Map” menilai representasi semacam itu bukan hanya persoalan teknis. Peta turut memengaruhi cara masyarakat memahami ukuran, posisi, dan arti penting suatu kawasan di dunia.

Afrika yang terus-menerus digambarkan lebih kecil dikhawatirkan membentuk persepsi keliru mengenai skala wilayah, populasi, sumber daya, serta perannya dalam hubungan global.

Equal Earth Menjadi Salah Satu Alternatif

Salah satu proyeksi yang banyak dibicarakan sebagai alternatif adalah Equal Earth. Proyeksi yang diperkenalkan pada 2018 tersebut dirancang untuk mempertahankan perbandingan luas wilayah dengan lebih baik.

Dalam Equal Earth, Afrika, Amerika Selatan, dan kawasan di sekitar khatulistiwa terlihat lebih mendekati proporsi luas sebenarnya. Greenland serta wilayah dekat kutub tidak lagi tampil sebesar pada peta Mercator.

Meski demikian, Equal Earth juga bukan gambaran bumi yang sepenuhnya tanpa distorsi. Bentuk dan arah tertentu tetap mengalami penyesuaian karena permukaan bumi harus dipindahkan ke bidang datar.

Resolusi PBB juga tidak berarti seluruh negara diwajibkan menggunakan satu jenis proyeksi tertentu. Inti kebijakannya adalah mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, media, organisasi internasional, dan perusahaan teknologi menggunakan representasi peta yang lebih adil serta sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Peta Mercator Tidak Langsung Dihapus

Adopsi resolusi tersebut tidak membuat peta Mercator dilarang atau langsung menghilang dari atlas dan aplikasi digital.

Resolusi Majelis Umum PBB bersifat tidak mengikat. Masing-masing negara dan institusi tetap menentukan jenis peta yang digunakan.

Mercator juga masih memiliki manfaat dalam navigasi karena dapat mempertahankan arah dengan baik. Masalah muncul ketika proyeksi tersebut digunakan untuk membandingkan luas negara dan benua tanpa menjelaskan distorsi yang dihasilkannya.

Karena itu, perubahan yang didorong lebih relevan untuk peta dunia pada buku pelajaran, media, ruang publik, laporan internasional, dan tampilan digital yang bertujuan memperlihatkan perbandingan wilayah.

Apakah Indonesia Akan Mengubah Peta di Sekolah?

Belum ada informasi resmi mengenai kapan atau apakah Indonesia akan menyesuaikan peta dunia yang digunakan dalam buku pelajaran dan fasilitas pendidikan setelah resolusi tersebut diadopsi.

Penerapannya dapat membutuhkan penyesuaian materi ajar, atlas, peta dinding, serta panduan bagi guru agar perbedaan antara berbagai proyeksi dapat dijelaskan kepada siswa.

Perubahan tersebut tidak akan memengaruhi bentuk wilayah Indonesia maupun batas dengan negara lain. Yang berubah hanyalah cara seluruh permukaan bumi ditampilkan dalam satu bidang datar.

Pembelajaran mengenai proyeksi peta justru dapat membantu masyarakat memahami bahwa peta bukan salinan sempurna dari bumi. Setiap peta dibuat untuk tujuan tertentu dan perlu dibaca dengan mengetahui kelebihan serta keterbatasannya.

Dorongan PBB untuk memperbaiki representasi peta dunia memperlihatkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap netral dapat membentuk cara manusia melihat dunia. Perubahan tersebut bukan sekadar membuat Afrika terlihat lebih besar, tetapi menampilkan ukurannya lebih mendekati kenyataan.

Sumber: Perserikatan Bangsa-Bangsa, Associated Press, dan kampanye Correct the Map, September 2026.

Tags: AfrikaBerita UtamaCorrect the MapEqual EarthGreenlandMercatorPBBpeta duniaproyeksi peta
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News
Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News menyajikan informasi terkini dan relevan seputar Batam, Kepulauan Riau, serta berbagai perkembangan nasional. Artikel yang diterbitkan melalui akun ini disusun dan ditinjau oleh tim redaksi Kreta News.

Related Posts

Pemasangan tiang pancang perdana Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Batam

Pembangunan Sekolah Gratis Berasrama di Rempang Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

by Redaksi Kreta News
24 September 2026
0

Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang resmi dimulai. Sekolah gratis berasrama jenjang SD hingga SMA itu ditargetkan rampung pada...

Konferensi pers kasus kebakaran 10 hektare di Daerah Tangkapan Air Tembesi Batam

Kebakaran 10 Hektare di Daerah Tangkapan Air Tembesi, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

Kebakaran menghanguskan kurang lebih 10 hektare lahan di Daerah Tangkapan Air Tembesi, Batam. Polisi menetapkan B.W. sebagai tersangka dengan ancaman...

Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 di Kabupaten Karimun

RSUD Muhammad Sani Kini Dilengkapi Cath Lab, Sejumlah Kasus Jantung Diharapkan Tak Perlu Dirujuk Keluar Karimun

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

RSUD Muhammad Sani Karimun kini dilengkapi fasilitas Cath Lab yang diharapkan dapat menangani sejumlah kasus penyakit jantung lebih dekat dengan...

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG Dasarian II September 2026

BMKG Tetapkan Lingga Berstatus Awas Kekeringan, Natuna dan Anambas Siaga

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

BMKG menetapkan Lingga berstatus Awas kekeringan meteorologis, sedangkan Natuna dan Kepulauan Anambas Siaga pada Dasarian II September 2026.

Infografis penurunan TMA Waduk Nongsa dan langkah antisipasi pasokan air Batam

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Pasokan Air

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

TMA Waduk Nongsa turun menjadi 5,96 meter akibat minimnya hujan. Produksi air Batam masih mencapai 3.780 Lps, sedikit di atas...

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pulau Sembur yang memasok listrik selama 24 jam

PLTS Pulau Sembur Kini Beroperasi 24 Jam, Kopdes Akan Kelola Listrik dan Rantai Dingin Nelayan

by Redaksi Kreta News
21 September 2026
0

PLTS Pulau Sembur kini memasok listrik selama 24 jam dan akan dikelola Kopdes Galang Baru bersama fasilitas rantai dingin untuk...

Next Post
Ilustrasi bus Trans Batam dengan jalur khusus dan layanan feeder dalam sistem BRT

Trans Batam Bakal Punya Jalur Khusus dan Feeder, Bimbar Disiapkan Masuk Sistem BRT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Fatima Al Habsyi bersama produk Nasi Lemak Hoki di Batam

Berawal dari Open PO Tanpa Modal, Nasi Lemak Hoki Pernah Tembus 1.500 Porsi Sehari

2 bulan ago
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra

PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

2 bulan ago

Popular News

  • Pemasangan tiang pancang perdana Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Batam

    Pembangunan Sekolah Gratis Berasrama di Rempang Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

    Share
    Share Tweet
  • Mengenal Kreta News, Media Baru untuk Batam dan Kepulauan Riau

    Share
    Share Tweet
  • Claude Opus 5.5 Resmi Dirilis, Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Rendah

    Share
    Share Tweet
  • Kebakaran 10 Hektare di Daerah Tangkapan Air Tembesi, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

    Share
    Share Tweet
  • RSUD Muhammad Sani Kini Dilengkapi Cath Lab, Sejumlah Kasus Jantung Diharapkan Tak Perlu Dirujuk Keluar Karimun

    Share
    Share Tweet

Connect with us

Berlangganan Berita

Dapatkan berita terbaru seputar Batam dan Kepulauan Riau langsung melalui email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi Kreta News.

Kategori

  • Batam
  • Bintan
  • Bisnis & Ekonomi
  • Corporate News
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Investasi
  • Karimun
  • Kepri
  • Kesehatan
  • Lingkungan & Bencana
  • Maritim
  • Nasional
  • Natuna
  • Olahraga
  • Pariwisata & Kuliner
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tanjungpinang
  • Teknologi
  • UMKM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Penggunaan
  • Disclaimer

Tentang Kami

Kreta News adalah portal berita lokal yang menghadirkan informasi terkini dan relevan dari Batam serta seluruh wilayah Kepulauan Riau.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.