• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami
Minggu, November 1, 2026
Kreta News
Advertisement
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News
No Result
View All Result
Kreta News
No Result
View All Result
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Beranda » Lobster Budidaya Batam Masuk Pasar Ekspor, KKP Siapkan Replikasi di Daerah Lain

Lobster Budidaya Batam Masuk Pasar Ekspor, KKP Siapkan Replikasi di Daerah Lain

by Redaksi Kreta News
11 September 2026
in Batam, Maritim
0
0
Lobster hasil budidaya BPBL Batam yang mulai memasuki pasar ekspor

Kegiatan budidaya lobster yang dikembangkan di Balai Perikanan Budi Daya Laut Batam. Foto: Dok. KKP

0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

KRETA NEWS, BATAM – Program percontohan budidaya lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Batam mulai memasuki pasar ekspor. Capaian tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi kelautan sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu kawasan budidaya laut strategis di Indonesia.

Informasi mengenai masuknya lobster hasil budidaya Batam ke pasar ekspor diumumkan KKP melalui publikasi Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya pada Minggu, 6 September 2026.

KKP selanjutnya mendorong agar pola budidaya yang diterapkan di Batam dapat dikembangkan di daerah lain yang memiliki kondisi perairan dan daya dukung lingkungan memadai.

Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News

Namun, publikasi terbaru tersebut belum memerinci volume lobster yang diekspor, negara tujuan, nilai pengiriman, maupun pelaku usaha yang terlibat. Informasi itu diperlukan untuk mengukur sejauh mana kegiatan ekspor tersebut dapat berlanjut dalam skala komersial.

Berawal dari Program Percontohan

Model budidaya lobster di Batam dikembangkan di Balai Perikanan Budi Daya Laut atau BPBL Batam. Program ini tidak hanya berfokus pada pembesaran lobster, tetapi juga mencakup pendederan benih, penyediaan pakan, pengelolaan keramba jaring apung, serta penanganan hasil panen.

Pada panen perdana September 2025, KKP mencatat produksi sekitar 1,7 ton lobster. Program tersebut dimulai sejak akhir 2024 dengan penebaran 33.143 ekor benih lobster pada unit pendederan.

Menurut data KKP saat itu, tingkat kelangsungan hidup benih sebelum dipindahkan ke keramba jaring apung mencapai lebih dari 80 persen.

Perkembangannya berlanjut pada 2026. Dalam kunjungan Komisi IV DPR RI ke BPBL Batam pada Juli lalu, kawasan budidaya tersebut dilaporkan memiliki 116 unit keramba ukuran besar dan 56 unit keramba ukuran sedang yang seluruhnya telah terisi.

Lobster dalam keramba ukuran besar rata-rata memiliki bobot antara 150 hingga 200 gram per ekor. Panen berikutnya saat itu diproyeksikan berlangsung pada September 2026.

Batam Dinilai Memiliki Keunggulan Lokasi

Pemilihan Batam sebagai lokasi percontohan tidak terlepas dari kondisi perairannya, kedekatan dengan pasar, serta tersedianya infrastruktur pendukung kegiatan perikanan.

Letak Batam yang berada di jalur perdagangan internasional juga memberikan keuntungan dari sisi logistik. Produk perikanan hidup dan segar membutuhkan waktu pengiriman yang singkat, penanganan yang tepat, serta pengawasan mutu secara konsisten.

Kawasan budidaya lobster BPBL Batam dikelola di area sekitar tiga hektare. Fasilitasnya meliputi unit pendederan dan ruang penyimpanan dingin untuk mendukung proses produksi.

KKP sebelumnya menyebut teknologi pendederan di kawasan tersebut mampu menghasilkan lobster berukuran lima gram untuk memasuki tahap pembesaran. Produktivitasnya ditargetkan mencapai 40 kilogram untuk setiap lubang keramba berukuran 3 x 3 meter.

Pakan Menjadi Bagian Penting

Ketersediaan pakan menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan budidaya lobster. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPBL Batam turut mengembangkan budidaya kerang sebagai sumber pakan.

Budidaya kerang kupang di perairan Tanjung Uma sebelumnya disebut memiliki kapasitas produksi hingga 3.600 kilogram per siklus.

Kegiatan ini membuka ruang keterlibatan masyarakat pesisir dalam rantai usaha lobster. Nilai ekonomi yang terbentuk tidak hanya berasal dari hasil panen, tetapi juga dari penyediaan pakan, pemeliharaan keramba, transportasi, pengemasan, dan layanan pendukung ekspor.

Meski demikian, perluasan budidaya tetap membutuhkan pengawasan terhadap kualitas perairan, kepadatan keramba, kesehatan lobster, asal benih, serta kemampuan lingkungan menanggung kegiatan produksi.

Peluang Memperkuat Ekonomi Pesisir

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026 membuka kesempatan bagi lobster hasil budidaya berukuran minimal 50 gram untuk dikirim ke luar Indonesia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.

Persyaratan tersebut antara lain mencakup surat keterangan asal lobster dari unit pelaksana teknis yang membidangi perikanan budidaya atau dari dinas terkait.

Regulasi itu juga membagi kegiatan budidaya menjadi tiga tahapan, mulai dari pendederan benih bening lobster hingga ukuran lima gram, pembesaran pertama sampai ukuran 50 gram, dan pembesaran lanjutan menuju ukuran konsumsi.

Pembagian tersebut memungkinkan nelayan, kelompok pembudidaya, dan pelaku usaha terlibat sesuai dengan kemampuan serta kapasitas masing-masing.

Masuknya lobster budidaya Batam ke pasar ekspor menjadi capaian penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan produksi berlangsung konsisten, manfaat ekonominya menjangkau masyarakat pesisir, dan kegiatan budidaya tidak mengabaikan keberlanjutan sumber daya laut.

Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, 6 September 2026; siaran pers KKP mengenai perkembangan Modeling Budi Daya Lobster BPBL Batam.

Tags: Berita UtamaBPBL BatamBudidaya LobsterEkonomi PesisirEkspor PerikananKKPLobster
Pasang Iklan di Kreta News Pasang Iklan di Kreta News
Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News

Redaksi Kreta News menyajikan informasi terkini dan relevan seputar Batam, Kepulauan Riau, serta berbagai perkembangan nasional. Artikel yang diterbitkan melalui akun ini disusun dan ditinjau oleh tim redaksi Kreta News.

Related Posts

Pemasangan tiang pancang perdana Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Batam

Pembangunan Sekolah Gratis Berasrama di Rempang Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

by Redaksi Kreta News
24 September 2026
0

Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang resmi dimulai. Sekolah gratis berasrama jenjang SD hingga SMA itu ditargetkan rampung pada...

Konferensi pers kasus kebakaran 10 hektare di Daerah Tangkapan Air Tembesi Batam

Kebakaran 10 Hektare di Daerah Tangkapan Air Tembesi, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

Kebakaran menghanguskan kurang lebih 10 hektare lahan di Daerah Tangkapan Air Tembesi, Batam. Polisi menetapkan B.W. sebagai tersangka dengan ancaman...

Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 di Kabupaten Karimun

RSUD Muhammad Sani Kini Dilengkapi Cath Lab, Sejumlah Kasus Jantung Diharapkan Tak Perlu Dirujuk Keluar Karimun

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

RSUD Muhammad Sani Karimun kini dilengkapi fasilitas Cath Lab yang diharapkan dapat menangani sejumlah kasus penyakit jantung lebih dekat dengan...

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG Dasarian II September 2026

BMKG Tetapkan Lingga Berstatus Awas Kekeringan, Natuna dan Anambas Siaga

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

BMKG menetapkan Lingga berstatus Awas kekeringan meteorologis, sedangkan Natuna dan Kepulauan Anambas Siaga pada Dasarian II September 2026.

Infografis penurunan TMA Waduk Nongsa dan langkah antisipasi pasokan air Batam

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Pasokan Air

by Redaksi Kreta News
22 September 2026
0

TMA Waduk Nongsa turun menjadi 5,96 meter akibat minimnya hujan. Produksi air Batam masih mencapai 3.780 Lps, sedikit di atas...

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pulau Sembur yang memasok listrik selama 24 jam

PLTS Pulau Sembur Kini Beroperasi 24 Jam, Kopdes Akan Kelola Listrik dan Rantai Dingin Nelayan

by Redaksi Kreta News
21 September 2026
0

PLTS Pulau Sembur kini memasok listrik selama 24 jam dan akan dikelola Kopdes Galang Baru bersama fasilitas rantai dingin untuk...

Next Post
Barang bukti 240 cartridge vape hasil penindakan TNI AL di perairan Karimun

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 240 Cartridge Vape di Perairan Karimun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Infografis penurunan tinggi muka air tujuh waduk Batam pada September 2026

Tinggi Muka Air Tujuh Waduk Batam Turun dalam Sepekan, Sei Harapan Susut 26 Sentimeter

2 bulan ago
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra

PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pajak Daerah Jadi Penopang Utama

2 bulan ago

Popular News

  • Masterplan pembangunan Tzu Chi School di kawasan Bukit Permata Batam

    Tzu Chi School Akan Dibangun di Bukit Permata Batam, Ditargetkan Rampung 2027–2028

    Share
    Share Tweet
  • 30 Perusahaan di Batam Komitmen Alokasikan 20 Persen Kebutuhan Tenaga Kerja untuk Warga Lokal

    Share
    Share Tweet
  • Pembangunan Sekolah Gratis Berasrama di Rempang Resmi Dimulai, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

    Share
    Share Tweet
  • Mengenal Kreta News, Media Baru untuk Batam dan Kepulauan Riau

    Share
    Share Tweet
  • Claude Opus 5.5 Resmi Dirilis, Lebih Cepat dengan Biaya Lebih Rendah

    Share
    Share Tweet

Connect with us

Berlangganan Berita

Dapatkan berita terbaru seputar Batam dan Kepulauan Riau langsung melalui email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi Kreta News.

Kategori

  • Batam
  • Bintan
  • Bisnis & Ekonomi
  • Corporate News
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Investasi
  • Karimun
  • Kepri
  • Kesehatan
  • Lingkungan & Bencana
  • Maritim
  • Nasional
  • Natuna
  • Olahraga
  • Pariwisata & Kuliner
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tanjungpinang
  • Teknologi
  • UMKM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Penggunaan
  • Disclaimer

Tentang Kami

Kreta News adalah portal berita lokal yang menghadirkan informasi terkini dan relevan dari Batam serta seluruh wilayah Kepulauan Riau.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Hubungi Kami

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kepri
    • Batam
    • Tanjungpinang
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Kepulauan Anambas
  • Pemerintahan
  • Bisnis & Ekonomi
    • UMKM
    • Investasi
    • Industri
    • Properti
  • Hukum & Kriminal
  • Maritim
  • Ragam
    • Pariwisata & Kuliner
    • Gaya Hidup
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Lingkungan & Bencana
    • Event & Komunitas
  • Olahraga
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Corporate News

© 2026 Kreta News. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.