KRETA NEWS, BATAM – Sebuah unggahan sederhana di media sosial menjadi awal perjalanan Nasi Lemak Hoki by Kedai Imeh. Usaha kuliner yang dirintis Fatima Al Habsyi tersebut kini telah memiliki tim produksi dan pernah menerima pesanan hingga 1.500 porsi dalam sehari.
Fatima merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik usaha yang sehari-hari membagi waktu untuk mengurus anak, suami, rumah, dan bisnisnya.
Nasi Lemak Hoki mulai dirintis di Batam pada 2023. Ide bisnis ini bermula ketika Fatima mengunggah foto nasi lemak di media sosial dan menanyakan apakah ada yang tertarik mencobanya.
Unggahan itu dilengkapi dengan jajak pendapat dan memperoleh respons cukup besar. Melihat antusiasme tersebut, Fatima kemudian membuka sistem pre-order atau PO sebagai langkah awal memasarkan produknya.
“Awalnya iseng posting, ada yang mau mencoba Nasi Lemak Hoki atau tidak. Setelah melihat hasil vote yang lumayan banyak, akhirnya kami membuka PO,” kata Fatima kepada Kreta News.
Respons pasar tersebut tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Fatima mulai menyusun target pengembangan selama satu tahun, menentukan visi dan misi, serta merancang tujuan bisnis Nasi Lemak Hoki.
Memulai Usaha Melalui Sistem Pre-Order
Fatima menyebut usaha ini dimulai tanpa menyiapkan modal produksi dalam jumlah besar. Sistem pre-order membuat produk dibuat berdasarkan pesanan yang telah masuk.
Sejak awal, ia juga tidak menjalankan seluruh proses seorang diri. Tim sudah dilibatkan untuk membantu operasional, sementara Fatima tetap menjalankan perannya dalam keluarga.
Nama “Hoki” dipilih karena memiliki arti keberuntungan. Fatima berharap keberuntungan tersebut disertai keberkahan bagi usaha dan setiap orang yang menikmati produknya.
Selain itu, Hoki juga disebut berkaitan dengan inisial nama keluarga Fatima sehingga memiliki makna personal bagi sang pemilik.
Perjalanan dari sistem PO kemudian berkembang secara bertahap. Jika pada masa awal Fatima ikut mengantarkan pesanan kepada pelanggan, kini setiap bagian operasional telah ditangani oleh tim.
Salah satu pencapaian terbesar Nasi Lemak Hoki terjadi ketika usaha tersebut menerima pesanan hingga 1.500 porsi dalam satu hari.
“Usaha ini benar-benar dimulai dari nol. Dahulu owner ikut turun mengantar pesanan, sekarang sudah ada tim pada bagian masing-masing,” ujarnya.
Utamakan Nasi Lemak Autentik dan Praktis
Nasi Lemak Hoki menawarkan nasi lemak autentik dengan penyajian yang tidak mengandalkan terlalu banyak topping. Produk lainnya yang menjadi andalan adalah Roti Jala Hoki.
Brand ini juga mengembangkan sejumlah produk di luar menu sarapan, seperti Snack Hoki dan Frozen Hoki Healthy. Menurut Fatima, kedua kategori tersebut mulai mendapatkan respons yang baik dari pelanggan.
Ciri khas rasa, pilihan menu premium, dan harga yang tetap terjangkau menjadi nilai yang berusaha dipertahankan di tengah banyaknya pilihan kuliner di Batam.
Karakter nasi lemak sebagai makanan Melayu juga dinilai relevan dengan identitas Batam dan Kepulauan Riau. Seiring perkembangannya, produk tersebut tidak hanya dikenal pelanggan lokal, tetapi juga mulai menjadi pilihan wisatawan yang berkunjung ke Batam.
Nasi Lemak Hoki menyediakan layanan pengiriman mulai pukul 04.30 WIB. Layanan pagi tersebut menyasar pelanggan yang memiliki jadwal penerbangan atau keberangkatan kapal pertama dan membutuhkan sarapan praktis.
Untuk pemesanan personal, Nasi Lemak Hoki saat ini menerapkan minimal pemesanan lima porsi.
Arahkan Strategi ke Pesanan Perusahaan dan Acara
Fatima kemudian mengubah strategi bisnis dari penjualan satuan menuju pemesanan dalam skala lebih besar.
Dalam satu bulan, volume produksi Nasi Lemak Hoki saat ini berada pada kisaran 1.500 hingga 2.000 porsi. Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh kerja sama yang telah dijalin dengan sejumlah perusahaan.
Ke depan, pasar perusahaan akan menjadi salah satu sasaran utama. Nasi Lemak Hoki ingin menyediakan sarapan bagi karyawan yang masuk pada sif pagi, sehingga mereka tidak perlu berhenti membeli makanan dan berisiko terlambat tiba di tempat kerja.
Selain perusahaan, Fatima juga membidik kerja sama dengan wedding organizer untuk kebutuhan sarapan sebelum akad pada pagi hari serta event organizer untuk berbagai kegiatan.
Nasi Lemak Hoki sebelumnya pernah hadir sebagai penyedia konsumsi dalam sebuah acara lari. Pengalaman tersebut membuka peluang untuk melayani lebih banyak kegiatan komunitas dan acara dalam skala besar.
Saat ini, operasional Nasi Lemak Hoki melibatkan enam warga sekitar dan tiga pekerja paruh waktu. Keterlibatan tim menjadi salah satu alasan Fatima terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
“Ada tim yang selalu berharap agar Nasi Lemak Hoki terus berdiri,” katanya.
Menjaga Kepercayaan Melalui Evaluasi
Di tengah pertumbuhan usaha, kualitas produk dan pelayanan tetap menjadi perhatian. Fatima dan tim secara aktif meminta masukan kepada pelanggan setelah pesanan diterima.
Setiap kritik atau keluhan dibahas bersama tim untuk menentukan perbaikan yang diperlukan. Keterbukaan terhadap evaluasi dinilai penting untuk menjaga kualitas sekaligus kepercayaan pelanggan.
Fatima memandang kompetitor sebagai tantangan yang wajar dalam menjalankan UMKM. Menurutnya, persaingan tidak perlu menggoyahkan bisnis selama pemilik usaha memiliki perencanaan, memahami target pasar, dan menjaga konsistensi.
Pengalaman menarik lainnya muncul dari keikutsertaan Nasi Lemak Hoki dalam bazar. Setelah beberapa kali tidak lolos dalam seleksi salah satu bazar besar, Fatima sempat memilih untuk tidak lagi mengejar kegiatan serupa.
Namun, keputusan mencoba kembali membuahkan hasil ketika Nasi Lemak Hoki dinyatakan lolos dalam seleksi bazar GMP.
Bisnis Bukan Hanya Menjual Produk
Bagi Fatima, pelajaran terbesar dalam membangun usaha bukan hanya mengenai kemampuan menjual produk.
“Membangun bisnis bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga membangun kepercayaan, konsistensi, dan ketahanan,” ujarnya.
Ia menilai usaha besar tidak selalu harus diawali dengan modal besar. Keberanian memulai, kemauan bertumbuh, serta kesiapan menghadapi kegagalan justru menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnis.
Fatima juga mengingatkan calon pelaku usaha agar menentukan target pasar, menyusun perencanaan dengan matang, menjaga konsistensi, serta menyiapkan langkah alternatif apabila rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.
“Saya percaya usaha yang besar tidak selalu dimulai dengan modal yang besar, tetapi dengan keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus bertumbuh,” katanya.
Nasi Lemak Hoki by Kedai Imeh saat ini beroperasi secara online dari kawasan Batam Center. Informasi dan pemesanan dapat diperoleh melalui akun Instagram @nasilemak.hoki atau nomor 0812-7417-6774 dan 0812-7666-6369.
Sumber: Keterangan Fatima Al Habsyi, Owner Nasi Lemak Hoki by Kedai Imeh, kepada Kreta News, September 2026.









